paskib.com | Komunitas Digitalnya Anak Paskibra

 

Seri Upacara Bendera di Sekolah 2 (Formasi, Sarana dan Pelipatan)

 

 

dikutip dari Buku Petunjuk Pelaksanaan Upacara Bendera di Sekolah. Depdiknas. 1997

Ilustrasi gambar modifikasi dari www.republika.co.id

 

FORMASI UPACARA

A. Bentuk Barisan

Untuk melaksanakan upacara bendera dipergunakan bentuk-bentuk/formasi barisan sebagai berikut:

Description: <--break->

1. Bentuk Segaris

Bentuk segaris ialah suatu bentuk barisan yang disusun dalam satu baris dan menghadap ke pusat upacara:

2. Bentuk U atau Angkare

Bentuk U atau angkare ialah suatu bentuk barisnn yang disusun dan berbentuk huruf U atau angkare dan menghadap ke pusat upacara.

Dari kedua bentuk barisan tersebut dapat dipergunakan formasi-formasi barisan sebagai berikut:

1. Formasi saf bersaf;

2. Formasi saf berbanjar;

3. Formasi banjar bersaf;

4. Formasi banjar berbanjar.

 

Dalam pelaksanaannya bentuk dan formasi barisan tersebui disesuaikan dengan keadaan sekolah dan lapangan upacara yang tersedia, namun tetap berpedoman pada bentuk dan formasi barisan sesuai dengan ketentuan di atas.

 

B. Susunan Barisan

Pada dasarnya susunan barisan pada upacara bendera ditentukan dari kiri ke kanan (dilihat dari posisi pembina upacara saat berhadapan peserta upacara), sehingga penempatan dalam susunan tersebut dimulai dengan kelompok pembawa lagu/paduan suara, kelompok kelas III/ 6-5. kelompok kelas II/4 -3. kelompok kelas 1/2 -1 dan kelompok tata usaha. Sedangkan kelompok guru ditempatkan sedemikian rupa agar berada di luar jangkauan "komando" pemimpin upacara.

 

Dalam upacara bendera selain kelancaran jalannya acara, yang juga harus diperhatikan dan dipegang teguh adalah kedisiplinan, ketertiban dan kekhidmatan.

 

Bentuk serta kombinasi yang sering dipakai adalah sebagai berikut:

1. Bentuk barisan segaris dengan formasi :

a Saf bersaf;

b Banjar berbanjar.

2. Bentuk U/Angkare dengan formasi :

a. Saf bersaf:

b. Banjar berbanjar.

 

SARANA

A. Sarana

Sebelum melaksanakan upacara bendera, perlu disiapkan sarana sebagai berikut:

 

1. Bendera

a. Ukuran

Ukuran bendera kebangsaan untuk upacara selalu dengan perbandingan lebar dan panjang =2:3; dengan ukuran terkecil 1 m x 1,5m dan terbesar 2 m x 3 m.

 

b. Cara melipat dan merentang

1) Cara melipat

a) Ujung warna merah bertali/berkait harus dipegang dengan tangan kanan dan warna putih yang bertali/berkait harus dipegang dengan tangan kiri.

b) Melipat menurut panjang bendera, dilipat menjadi dua bagian, yaitu wama merah dipegang tangan kanan bagian atas dan warna pulih dipegang tangan kiri bagian bawah.

c) Dilipat menjadi dua bagian lagi sehingga warna putih berada di bagian dalam, sedangkan warna merah berada di bagian luar yang sekaligus berfungsi untuk melindungi warna yang putih.

d) Dilipat lagi menjadi 3 atau 4 bagian, sampai ujung/tepi warna merah selalu berada di bagian luar.

 

2) Cara merentang

Cara merentang sesaat sebelum pengibaran bendera kebangsaan.

a) Ujung-ujung yang bertali/berkait selalu berada di atas tangan kiri.

b) Ujung bendera yang bertali/berkait warna merah diikat/dikaitkan pada tali/kaitan yang atas. Sedangkan ujung bendera warna putih yang memiliki kait diikut/diikatkan pada tali/kaitan yang bawah.

c) Ujung/tepi bendera warna merah dipegang dengan tangan kanan, lengan kanan di atas lengan kiri dan ujung/tepi bendera warna putih di pegang dengan tangan kiri, lengan kanan diarahkan ke atas, sedangkan lengan kiri diarahkan ke bawah.

d) Bendera ditarik/direntangkan ke arah kanan pembawa bendera.

 

2. Tiang bendera

Tiang bendera hendaknya dibuat dari bahan yang baik (tidak mudah lapuk) dan dapat berdiri tegak (tidak condong dan lengkung) serta kokoh.

 

3. Tali bendera

Tali bendera warna putih, bahan yang terbaik udalah tali layar, jangan menggunakan tali plastik.

 

Besar kecilnya ukuran bendera, tiang dan tali yang digunakan harus disesuaikan dengan keadaan gedung, halaman, lapangan dan tempat di mana bendera itu dikibarkan.

 

4. Naskah-naskah

a. Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

b. Naskah Pancasila

Untuk upacara bendera yang diluksanakan dalam rangka memperingati hari besar nasional dapat ditambah, misalnya naskah Proklamasi, naskah Sumpah Pemuda, dan sebagainya.

Bentuk naskah dibuat sedemikian rupa sehingga mudah untuk dibaca oleh petugas upacara.

 

B. Pakaian

1. Pakaian upacara bendera pada setiap hari Senin/Sabtu 

a. Siswa; mengenakan pakaian seragam sekolah ditambah dengan topi* pet (sesuai dengan Kep. Dirjen Dikdasmen No. 100/C/Kep/D/1991).

b. Guru dan perangkat sekolah; mengenakan pakaian yang telah ditentukan oleh daerah/sekolah masing-masing.

 

2. Pakaian upacara bendera pada hari besar nasional

a. Siswa; mengenakan pakaian seragam sekolah ditambah dengan topi pet.

b. Petugas upacara: mengenakan pakaian yang telah ditentukan oleh sekolah.

c. Guru dan perangkat sekolah; mengenakan pakaian yang telah ditentukan oleh daerah/sekolah masing-masing.